Ceo Tak Pernah Turun, Warga Teluk Bayur Kecewa Sikap PT PTS Hindari Tanggung Jawab

Ketapang, Kalimantan Barat — Ledaknews.com. Rabu(21 Januari 26) Masyarakat Desa Teluk Bayur, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang kembali menyuarakan kekecewaan terhadap PT Prakarsa Tani Sejati (PTS) terkait konflik lahan yang hingga kini belum menemukan penyelesaian.

Warga menilai, pihak perusahaan belum menunjukkan keseriusan menyelesaikan persoalan karena para pengambil keputusan tidak pernah hadir langsung untuk berdialog dengan masyarakat.

Di lapangan, warga menyebut kehadiran perusahaan lebih sering diwakili oleh satuan pengamanan internal serta aparat kepolisian. Kondisi ini, menurut masyarakat, justru memperlebar jarak antara perusahaan dan warga yang terdampak langsung konflik agraria tersebut.

“Yang kami hadapi di lapangan bukan pimpinan atau pengambil keputusan, melainkan petugas pengamanan dan aparat yang hanya menjalankan perintah. Padahal yang kami butuhkan adalah dialog langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan,” ujar salah satu perwakilan warga, Selasa (20/1/26).

Masyarakat menilai pola tersebut mencerminkan ketimpangan peran dalam penyelesaian konflik. Para pimpinan perusahaan disebut tetap berada di balik meja, sementara petugas pengamanan berada di garis depan menghadapi ketegangan dengan warga.

“Mereka yang berdiri di lapangan bukan pihak yang menikmati hasil besar dari usaha perkebunan. Mereka hanya pekerja. Sementara kami, masyarakat kecil, harus berhadapan langsung dengan mereka demi memperjuangkan tanah kami sendiri,” lanjutnya.

Warga khawatir, pendekatan yang lebih mengedepankan pengamanan dibanding dialog justru berpotensi memperkeruh suasana dan menimbulkan kesalahpahaman di tingkat akar rumput. Menurut mereka, penyelesaian konflik agraria membutuhkan komunikasi terbuka, transparan, dan melibatkan langsung para pemegang kebijakan.

“Konflik ini tidak akan selesai hanya dengan kehadiran aparat atau pengamanan. Yang kami harapkan adalah keberanian pimpinan perusahaan untuk turun langsung, duduk bersama masyarakat, dan mencari solusi secara adil,” tegas perwakilan warga lainnya.

Masyarakat Desa Teluk Bayur menegaskan bahwa perjuangan mereka akan tetap ditempuh melalui cara-cara damai dan konstitusional. Mereka berharap pemerintah serta pihak terkait dapat mendorong PT Prakarsa Tani Sejati menghadirkan pimpinan dan pengambil keputusan secara langsung, agar penyelesaian konflik lahan ini mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan bagi semua pihak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Prakarsa Tani Sejati belum memberikan konfirmasi resmi terkait tudingan warga tersebut. Tim redaksi masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan, aparat terkait, serta pihak-pihak berwenang lainnya untuk memperoleh keterangan lanjutan dan membuka ruang hak jawab sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Tim)

Sumber: Warga

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *