Jakarta – Ledaknews.com Peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru yang senantiasa belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan. Di tengah perubahan dunia pendidikan dan perkembangan teknologi, guru dituntut tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang inspiratif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.(4/11/2026).
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam memperingati Bulan Guru Nasional 2026. Guru diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, menjadi teladan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang mampu mendorong potensi setiap murid.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat berbagai program pengembangan kompetensi dan kesejahteraan guru. Upaya ini mencakup peningkatan kemampuan mengajar, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan kesejahteraan psikologis tenaga pendidik.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program pelatihan harus memberikan dampak langsung terhadap proses pembelajaran.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya melalui kegiatan pelatihan, tetapi harus mampu mendorong perubahan positif yang dirasakan oleh guru maupun murid di lingkungan sekolah.
“Kami mendengar harapan guru-guru yang ingin terus mengembangkan diri. Komitmen kami adalah menghadirkan pelatihan yang bermakna, yang dampaknya benar-benar dirasakan guru dan murid di ruang kelas,” ujar Nunuk.
Dampak positif program tersebut dirasakan Wahyu Setiawan, guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP Negeri 216 Jakarta. Setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran, ia semakin memahami pentingnya menghadirkan metode belajar yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi.
Wahyu mulai mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan platform Ruang Murid pada Rumah Pendidikan. Langkah tersebut mendapat respons positif dari para murid yang semakin antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Pengalaman lainnya datang dari Mustika Nurdiati, guru IPA SMPIT Al-Khoiriyah Al-Husna, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Melalui Program Prioritas Kesejahteraan Psikologis Guru, ia memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga kondisi psikologis guru sekaligus membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan murid.
Salah satu pendekatan yang diterapkannya adalah reframing, yakni mengubah cara pandang terhadap pengalaman negatif menjadi lebih positif. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menanamkan pemahaman kepada murid bahwa mereka bukan tidak mampu, melainkan masih dalam proses belajar.
Sementara itu, Yuanita Widyaningrum, guru SLB Negeri Pahlawan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengembangkan pendekatan pembelajaran kreatif setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG).
Ia menerapkan pola pikir bertumbuh melalui kegiatan BERKARYA, sebuah aktivitas pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid kelas II SDLB untuk berkreasi dan menghasilkan karya sederhana. Pemanfaatan Papan Interaktif Digital juga menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang dikembangkan.
Ketiga pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas guru dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital, penguatan kesehatan psikologis, hingga pengembangan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inklusif.
Kemendikdasmen berharap berbagai program peningkatan kompetensi tersebut dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Dengan kesempatan belajar yang terus terbuka, guru diharapkan semakin mampu beradaptasi terhadap perubahan dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas.
Pada akhirnya, pendidikan yang bermakna lahir dari guru yang tidak pernah berhenti belajar. Ketika guru terus berkembang, murid pun memperoleh kesempatan lebih besar untuk tumbuh, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Sumber: Tim Setditjen GTK.
(Ita)
