
Ketapang-KalBar. Kejadian pembullyan yang dialami (G), beberapa waktu lalu di wilayah Tumbang Titi Kabupaten Ketapang masih menyisakan luka bagi korban dan keluarganya.
Bibi korban (W) mengatakan bahwa kejadian yang menimpa keponakannya merupakan pukulan telak bagi keluarga, pasalnya…keponakannya itu adalah anak rumahan yang selalu diawasi geraknya.
Bibi korban mengatakan, korban diselamatkan oleh warga yang kebetulan mandi di sungai dekat tempat kejadian.
“Andai kata tidak ada yang melerai dan menyelamatkan, mungkin keponakan saya akan mati dipukuli oleh para pelaku”. Tambah bibi korban lagi.
Dari pengakuan bibi korban, diketahui bahwa kasus yang menimpa (G) ini bukan yang pertama. Ketika (G) duduk di kelas 5 SD, dia juga pernah ditenggelamkan ke sungai oleh pelaku yang sama. Hanya saja saat itu diselesaikan secara kekeluargaan, namun pihak keluarga telah me-warning pelaku, jika terulang lagi…akan dikasuskan .
Bibi korban juga mengatakan, para pelaku sudah sering membully dan bahkan melawan pada orang tuanya sendiri.
Disisi lain, kedua pelaku (F & N) ketika ditanya bagaimana perasaan mereka sekarang?, mengaku merasa bersalah, menyesal dan takut pada keluarga korban. Dan ibu (C) mengatakan siap mengikuti proses hukum andaikata tidak bisa berdamai, beliau menyadari anaknya bersalah.
Sementara itu, guru BK SMPN O2 Tumbang Titi bungkam saat dikonfirmasi mengenai kedua siswinya. Demikian juga salah seorang guru SMP Pangudi Luhur, sampai berita ini di up tidak merespon sama sekali.