Pontianak, Kalbar – Ledaknews.com.(15 Maret 2026) Kabar duka menyelimuti masyarakat Kayong Utara. Seorang santri berusia sekitar 14 tahun, Irfan Zaki Azizi, asal Mentebung, Senebing, dilaporkan meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan di Pondok Pesantren Layak Indonesia. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak serta desakan agar aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Peristiwa meninggalnya Irfan Zaki Azizi menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, khususnya warga Kayong Utara yang berdomisili di Pontianak dan sekitarnya.
Penasehat Perkumpulan Kerukunan Warga Kayong Utara (KKR) di Pontianak, Hamdani Adeni BSc, menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan kekerasan yang menyebabkan wafatnya santri yang tengah menuntut ilmu tersebut.
“Kami mengutuk keras perbuatan tersebut. Anak muda yang memiliki cita-cita mulia seharusnya mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang baik, bukan justru menjadi korban kekerasan,” tegas Hamdani.
Ia juga meminta pihak kepolisian dan aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh hingga ke akar persoalan. Menurutnya, siapa pun yang terbukti terlibat harus mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai keamanan serta lingkungan pendidikan di pondok pesantren. Sejumlah warga mengaku mulai mempertanyakan kondisi pengawasan dan perlindungan terhadap para santri.
Salah seorang warga Kayong Utara yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terkait maraknya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan berasrama.
“Inilah alasan saya tidak ingin anak masuk pesantren. Sekarang banyak kasus bullying terhadap anak. Kalau sudah seperti ini jadinya bagaimana? Lebih baik sekolah dekat rumah saja, urusan agama bisa dibimbing orang tua,” ujarnya.
Kisah Irfan semakin menyentuh banyak pihak setelah diketahui bahwa sebelum meninggal dunia ia sempat menuliskan sebuah catatan berjudul **“INI IMPIANKU (THIS IS MY DREAMS)”** yang berisi cita-cita dan harapannya di masa depan.
Dalam tulisan tersebut, Irfan mengungkapkan keinginannya menjadi seorang ustadz yang hafidz Al-Qur’an dan mampu mempersatukan umat muslim di seluruh dunia. Ia juga bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri seperti Yaman atau Turki setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.
“Habis selesai masa pembelajaran, semoga aku bisa menjadi Ustadz yg hafidz Al-Qur’an dan mempersatukan seluruh umat muslim di seluruh dunia. Amiin ya Allah!!!” tulis Irfan dalam catatan tersebut.
Kini, aparat berwenang masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya terkait kematian Irfan Zaki Azizi. Masyarakat berharap kasus ini dapat diusut secara transparan dan adil agar memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Red
Editor: Ali