Hukum Berselimut Kuasa: Bebasnya Borong BBM Subsidi Pakai Drum di APMS Sukabangun Dalam, Nelayan Menjerit!

Aktivitas pendistribusian BBM di APMS Sukangun Dalam bebas pengisian Jerigen raksasa/Derum.(Foto: Tiktok Safari Ari)

Ketapang, Kalbar – Ledaknews.com. Hukum dan keadilan kembali diuji di tanah Ketapang. Dugaan praktik lancung penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara bebas menggunakan jerigen raksasa alias drum di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Sukabangun Dalam mendadak viral dan memantik amarah publik.

Skandal ini mencuat setelah akun TikTok @safari.ari2 mengunggah bukti visual di lapangan, yang langsung diserbu beragam komentar miring dari warganet.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas dua unit mobil pickup tengah melakukan pengisian BBM secara bebas. Satu unit pickup dengan nomor polisi (nopol) KB 1034 G tampak telah penuh bermuatan drum-drum berisi BBM subsidi, sementara satu unit pickup lainnya dengan nopol KB 8540 G terlihat santai mengantre tepat di samping mesin dispenser.

Mayoritas netizen mengecam keras tumpulnya pengawasan dan tidak adanya tindakan tegas, baik dari pihak Pertamina maupun Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Ketapang.

Orang Kuat” di Balik Gurita Bisnis APMS?

Sikap diam seribu bahasa dari otoritas terkait memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Warga menilai Polres Ketapang sengaja bungkam dan menutup mata karena APMS Sukabangun Dalam diduga kuat milik salah satu “orang kuat” di Kabupaten Ketapang, seorang tokoh yang dikenal memiliki jaringan gurita dan pengaruh politik yang mencengkeram.

“Kalau hukum hanya tajam ke bawah, maka jangan salahkan jika masyarakat menilai ada kongkalikong di balik diamnya aparat,” cetus salah seorang warga saat dimintai komentar Rabu01/07/2016).

Kontras yang Menyakitkan: Jeritan Nelayan Kecil

Di saat armada pickup pengangkut drum-drum besar milik cukong bebas melenggang terisi penuh, para nelayan lokal justru harus menelan pil pahit. Mereka yang menggantungkan hidup dari laut justru diusir dan ditolak saat hendak membeli satu jerigen kecil BBM demi bisa pergi melaut mencari nafkah.

“Kenapa mereka pakai drum bisa bebas, sedangkan kami yang hanya beli satu ken untuk kebutuhan melaut malah tidak dilayani?” ungkap seorang nelayan setempat dengan nada bergetar menahan kecewa.

Ketimpangan ini memperlihatkan ironi yang nyata: BBM subsidi yang sejatinya dikucurkan negara untuk menyambung hidup rakyat miskin, diduga kuat dialihkan demi mempertebal kantong segelintir pengusaha nakal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi maupun keterangan klarifikasi dari pihak pengelola APMS Sukabangun Dalam maupun aparat penegak hukum setempat.(Red) 

Sumber: Tiktok @safari.ari2

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan kode etik jurnalistik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *