Tanjungpinang,Kepri – Ledaknews.com Ironi kemerdekaan terjadi di Kepulauan Riau. Saat pemerintah menggaungkan semangat kedaulatan jelang HUT RI ke-81, peredaran rokok ilegal justru berpesta pora di Bumi Segantang Lada tanpa tersentuh hukum.(12/8/2026).
Kritik pedas ini dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD AKPERSI) Kepri, Fauzan. Ia menyebut kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.
“Ini ironi! Kita bicara kedaulatan bangsa, tapi di lapangan rokok ilegal dijual bebas terang-terangan. Ada apa dengan pengawasan kita?” tegas Fauzan kepada media, Selasa (11/8/2026).
Rokok Merek Offo Hingga PSG Bebas Beredar
Fauzan membeberkan, sejumlah merek rokok ilegal tanpa pita cukai seperti Offo, H-D, H Mild HD, PSG dan beberapa merek lainnya dengan mudah ditemukan di warung, toko kelontong hingga distribusi skala besar.
Parahnya lagi, peredaran rokok haram tersebut diduga tidak hanya di Kepri, tapi sudah merambah dan dikirim ke luar provinsi.
Tak tanggung-tanggung, Fauzan menyentil langsung kinerja Aparat Penegak Hukum dan instansi Bea Cukai. Mulai dari Bea Cukai Kepri, Bea Cukai Batam, Bea Cukai Tanjungpinang hingga Bea Cukai Karimun dinilai mandul dalam pengawasan.
“Ini bukan barang baru, ini penyakit tahunan. Tiap tahun ada, tiap tahun dibiarkan. Publik bertanya-tanya, di mana penindakan tegasnya? Kesannya ada pembiaran,” cecarnya.
Karena persoalan ini tak kunjung tuntas, Fauzan melayangkan tantangan terbuka kepada Presiden RI dan Menteri Koordinator terkait untuk turun langsung ke Kepri.
“Kami menantang Presiden dan Menko. Jangan hanya terima laporan manis di atas kertas. Turun langsung ke lapangan, lihat sendiri. Negara tidak boleh kalah oleh mafia rokok ilegal,” tantangnya.
Ia menegaskan AKPERSI Kepri sebagai bagian dari pilar demokrasi akan berada di garda terdepan mengawal kebenaran.
“Setiap batang rokok ilegal yang lolos, itu ada hak rakyat dan kerugian negara yang hilang. Sebagai anak bangsa, kami tidak akan gentar. Kami akan terus bersuara menolak segala bentuk pelanggaran hukum,” tutup Fauzan.
Kini bola panas ada di tangan Bea Cukai dan APH di Kepri. Mampukah mereka membersihkan Kepri dari rokok ilegal sebelum detik-detik Proklamasi HUT RI ke-81 dikumandangkan, atau justru kembali menjadi PR abadi?
(Tim)