Rokan Hilir, Riau –Ledaknews.com. Baliho ucapan Cap Go Meh tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, menjadi sorotan publik setelah beredar di masyarakat karena tidak menampilkan foto Wakil Bupati.
Menanggapi polemik tersebut, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Rokan Hilir akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Melalui Sekretaris Diskominfotiks, Juliandra, dijelaskan bahwa baliho yang beredar tersebut sebenarnya merupakan ucapan pribadi Bupati, bukan baliho resmi pemerintah daerah.
Menurut Juliandra, secara umum seluruh baliho ucapan resmi Pemerintah Kabupaten selalu menampilkan foto H. Bistamam selaku Bupati Rokan Hilir bersama Jhony Charles sebagai Wakil Bupati secara berpasangan.
“Kami ingin meluruskan bahwa baliho tersebut sebenarnya adalah ucapan pribadi dari Bapak Bupati. Namun terjadi kelalaian dari tim desain yang secara otomatis memasukkan logo Pemkab Rohil dan logo Diskominfotiks karena sistem template kami sudah terprogram dengan format kedinasan,” ujar Juliandra dalam keterangan resminya, Rabu (5/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa baliho resmi pemerintah daerah yang menampilkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati sebenarnya telah dipasang di depan Mess Pemda Rohil di Jalan Perwira, Bagansiapiapi.
Diskominfotiks menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari Bupati untuk menghilangkan foto Wakil Bupati dalam publikasi pemerintah daerah. Menurutnya, kejadian tersebut murni akibat kesalahan teknis di tingkat staf desain.
“Bapak Bupati tidak pernah memberikan perintah untuk meniadakan foto Wakil Bupati dalam setiap produk informasi atau media luar ruang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah,” tegas Juliandra.
Atas kejadian tersebut, Diskominfotiks Rohil juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang muncul. Pihaknya berjanji akan memperketat proses verifikasi dan pengawasan terhadap seluruh materi publikasi pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keakuratan informasi publik sekaligus memastikan keharmonisan komunikasi pemerintah daerah kepada masyarakat di wilayah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Kubah itu.
(Red)
Sumber: ST