Romi Wijaya, S. Sis.,M.Si Bupati Katong Utara periode 2025-2030. (Sumber foto:Akun Facebook)
Kayong Utara, Kalbar – Ledaknews.com.Bupati Kayong Utara Romi Wijaya memberikan tanggapan atas kritikan yang dilontarkan masyarakat melalui akun Facebook-nya pada Sabtu (29/11) malam. Kritikan yang muncul menyangkut anggapan bahwa pekerjaan pemerintah hanya berupa rapat, pertemuan, dan seremonial, serta kekhawatiran tentang kondisi infrastruktur jalan di daerah.
Dalam tulisannya, Romi menjelaskan bahwa rapat, pertemuan, dan seremonial merupakan bagian tak terpisah dari proses pelaksanaan tugas pemerintah. Menurutnya, kebijakan publik dan pembangunan perlu diformulasikan melalui rapat, seperti rapat pembahasan anggaran dan penetapan APBD, serta sebagai wadah untuk menyampaikan usul, membahas pembangunan, dan menyuarakan aspirasi rakyat.
“Sepertinya agak kurang pas pemahaman kalau rapat, pertemuan, seremonial dianggap bukan bagian dari proses pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Mengenai kondisi jalan yang banyak dikritik, Bupati mengakui masalah tersebut namun menekankan bahwa kerusakan tidak baru terjadi dan tidak dapat diselesaikan secara instan dalam masa jabatan yang baru berjalan 10 bulan.
“Kami dipilih untuk 5 tahun, jadi ada tahapan dan proses yang harus dijalankan,”katanya.
Ia juga menyebutkan kondisi keuangan daerah yang sangat minim sebagai tantangan, sehingga alokasi anggaran untuk jalan tahun ini relatif terbatas. Sebaliknya, porsi anggaran lebih banyak dialokasikan untuk pembenahan fasilitas kesehatan dan pendidikan sebagai hak dasar masyarakat.
Romi menyampaikan terima kasih atas saran dan kritikan konstruktif dari masyarakat, namun menekankan bahwa pemerintah bukan “superman” atau memiliki “lampu Aladin” untuk menyelesaikan semua masalah sekaligus. Ia berharap masyarakat tetap sehat dan bijak dalam menyikapi persoalan yang ada.
Sri
Sumber: Facebook Romi Wijaya