
KETAPANG, Prokopim — Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, meneladani akhlak Rasulullah, serta memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan Kabupaten Ketapang.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Ketapang saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang, Kamis (17/9/2026) Malam.
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ketapang, Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia berharap momentum tersebut dapat membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta memberikan keberkahan bagi masyarakat dan daerah.
“Semoga melalui peringatan Maulid ini Kabupaten Ketapang diberikan kedamaian, persaudaraan dan keberkahan. Yang paling penting, kita semua dapat meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW,” ujar Bupati.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya memiliki makna sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Acara ini baik untuk kita, karena selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi,” katanya.
Doa untuk Ketapang dan Penanganan Karhutla
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Kabupaten Ketapang agar senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan serta dijauhkan dari berbagai bencana.
Secara khusus, ia berharap hujan segera turun di wilayah Ketapang di tengah upaya pemerintah bersama berbagai pihak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Saya juga mohon dukungan dan doa kita semua, semoga Kabupaten Ketapang dan kita semua dijauhkan dari segala bencana, diberikan keberkahan hujan di Ketapang ini,” tuturnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berupaya melakukan penanganan karhutla secara maksimal melalui sinergi bersama jajaran TNI dan Polri serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap Karhutla.
“Pemerintah daerah tetap berusaha semaksimal mungkin untuk penanganan karhutla, bersinergi dengan seluruh jajaran TNI-Polri dan seluruh pihak-pihak lain yang peduli terhadap karhutla ini,” ujarnya.
Bupati menambahkan, berbagai langkah penanganan yang dilakukan pemerintah dan unsur terkait perlu diiringi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Jadi, kita tinggal berharap selanjutnya adalah kepada Yang Maha Kuasa,” katanya.
Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan pantun yang mengaitkan peringatan Maulid Nabi dengan ajakan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Ketupat Ketan Sedap Rasanya, Dihidangkan Orang di Hari Raya, Dengan Peringatan Maulid Rasulullah, Kita Teladani Akhlaknya. Pantun tersebut disambut antusias oleh jamaah yang hadir.
Dalam rangkaian kegiatan, panitia juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu. Selain itu, dilakukan penyerahan piala kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tabligh Akbar menghadirkan penceramah asal Kabupaten Sambas, Ustaz Dr. Hatoli, S.Sy., MH. Dalam tausiah bertema “Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW, Memperkuat Iman serta Menebar Kasih Sayang, Kedamaian dan Kebaikan kepada Sesama”, Ustaz Hatoli mengajak jamaah memperdalam keteladanan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Ia menyampaikan lima hal penting yang perlu diteladani dari Rasulullah SAW, yakni sejarah beliau, ajarannya, akhlaknya, ibadahnya, serta kecintaan beliau kepada umat.
Melalui peringatan tersebut, Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menumbuhkan kasih sayang, kedamaian, persaudaraan, dan kebaikan kepada sesama.