Panglima Besar Laskar Jagadilaga Ngamuk, Mobil Titipan Raib di Markas Subdenpom Diduga Ada Permainan Oknum

Ketapang, Kalbar — Ledaknews.com. Kasus hilangnya satu unit mobil Toyota Fortuner hitam bernomor polisi KB 1246 SX yang dititipkan di Markas Subdenpom XII Ketapang memicu sorotan tajam. Laskar Jagadilaga menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian, melainkan mengarah pada dugaan adanya “permainan oknum”.

Panglima Besar Laskar Jagadilaga Ketapang, Daniel, mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut sebelumnya diamankan pihaknya setelah diduga dibawa kabur hingga ke Kalimantan Tengah dan diperjualbelikan secara ilegal di wilayah Kecamatan Air Upas.

“Mobil ini kami amankan karena merupakan kendaraan rental yang dibawa kabur hingga ke Kalteng dan diperjualbelikan secara tidak sah. Ini jelas kasus serius,” tegas Daniel, Jumat (1/5/2026).

Karena adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam rantai jual beli kendaraan tersebut, pihaknya memilih langkah resmi dengan menitipkan mobil ke Subdenpom XII Ketapang.

“Kami percaya dan menitipkan mobil itu pada Kamis malam, 30 April 2026, kepada Pelda M. Mulyadi agar aman dan prosesnya jelas,” ujarnya.

Namun, kepercayaan itu disebut berujung kekecewaan. Hanya dalam waktu satu malam, kendaraan tersebut justru berpindah tangan tanpa persetujuan pihak penitip.

“Pada Jumat pagi, mobil itu diserahkan sepihak kepada seseorang bernama Syarifpudin yang bukan pemilik sah. Ini sangat janggal,” tegas Daniel.

 

Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prosedur dan integritas institusi.

“Ini barang titipan resmi, bukan barang temuan. Tidak seharusnya bisa diserahkan begitu saja kepada pihak yang tidak berhak,” katanya.

Lebih jauh, Daniel mengungkapkan kecurigaan adanya praktik terorganisir di balik kejadian tersebut.

“Kami mencurigai adanya sindikat penggelapan atau jual beli mobil ilegal yang melibatkan oknum. Ini bukan kasus biasa,” ujarnya.

Atas peristiwa ini, Laskar Jagadilaga menuntut klarifikasi terbuka dan pertanggungjawaban dari pihak Subdenpom XII Ketapang. Mereka juga memastikan akan membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kami akan laporkan langsung ke Kodam XII Tanjungpura. Jika benar ada oknum yang bermain, harus ditindak tegas,” pungkas Daniel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Subdenpom XII Ketapang terkait hilangnya kendaraan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, khususnya dalam menjamin keamanan barang bukti atau titipan masyarakat.(Red) 

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *