Pendidikan Terancam, Video Viral Anak SD Minta Tolong Presiden di TikTok

Ketapang, Kalbar — Ledaknews.com. (01 April 2026). Video anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang terhambat akses jalan menuju sekolah viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Rekaman yang diunggah akun TikTok “Untal Layo” memperlihatkan siswa berseragam merah putih berdiri di tepi jalan yang terputus di Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Raya.

Dengan nada polos, anak-anak itu menyampaikan harapan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Presiden, pak Prabowo, jalan kami diputuskan oleh PT BGA desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Raya, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Tolong buatkan kami jalan untuk buat kami  ke sekolah,” ucap sekelompok anak dalam video tersebut.

Jalan yang terputus itu selama ini menjadi akses utama warga. Kini, kondisinya tak lagi layak dilalui, bahkan berisiko bagi keselamatan anak-anak yang harus berangkat dan pulang sekolah setiap hari.

Sejumlah warga menilai kerusakan jalan diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan di sekitar lokasi, yakni PT Hungarindo Persada anak perusahaan PT BGA Grup.

“Sejak perusahaan beroperasi, jalan ini makin rusak sampai akhirnya putus,” keluh salah seorang warga setempat.

Selain itu, beredar pula dugaan adanya persoalan sengketa lahan, meski belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.

Menanggapi polemik ini, pihak perusahaan melalui Manajer Urusan Korporat Wilayah Sungai Melayu, Romulus, memberikan klarifikasi.

“Penutupan jalan dan pelebaran parit batas sudah melalui proses mediasi dan sosialisasi dengan masyarakat,” ujar Romulus dikutip dari siap.viva.co.id.

Ia menjelaskan, mediasi dilakukan pada 20 April 2026 bersama Persatuan Tambang Independen Rakyat (PETIR) serta disaksikan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan lembaga adat.

“Jalan itu bukan jalan umum milik negara, tetapi jalan operasional perusahaan,” tegasnya.

Namun, di lapangan jalan tersebut memang telah lama dimanfaatkan warga sebagai jalur utama karena lebih dekat dan mudah dilalui.

Sekretaris PETIR Kabupaten Ketapang, Aldo Mulya, menegaskan perlunya solusi konkret.

“Kami mendorong pertemuan lanjutan. Jika tidak ada titik temu, aksi massa bisa saja terjadi,” ujarnya.

Viralnya video ini memicu empati luas dari masyarakat. Banyak warganet menyoroti keselamatan anak-anak serta hak mereka atas akses pendidikan yang layak.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah. Warga berharap persoalan ini tidak berhenti sebagai isu viral, melainkan segera ditangani secara serius.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas industri harus tetap memperhatikan dampak sosial di lapangan. Akses pendidikan yang aman bagi anak-anak seharusnya tidak boleh terputus oleh kepentingan apa pun.(Tim/Red)

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *