drg. Basaria Rajagukguk, Direktur RSUD dr Agoesdjam bersama Kabid Pelayanan Medik Yulianiangsih,(Sumber Foto: Yasmin/Sorot10News)
Ketapang, Kalbar– Ledaknews.com. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan manajemen RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Salah satu langkah yang tengah direncanakan adalah mengalihfungsikan kolam yang berada di depan ruang Hemodialisa (cuci darah) menjadi taman hijau lengkap dengan gazebo sebagai ruang tunggu yang lebih nyaman bagi keluarga pasien.
Rencana tersebut muncul sebagai bentuk kepedulian rumah sakit terhadap keluarga pasien yang selama ini harus menunggu berjam-jam saat proses cuci darah berlangsung. Dengan adanya taman dan gazebo, diharapkan keluarga pasien memiliki tempat yang lebih layak, teduh, dan manusiawi selama mendampingi kerabat mereka menjalani perawatan.
Direktur RSUD dr Agoesdjam, drg. Basaria Rajagukguk, dalam perbincangan dengan Sorot10 pekan lalu yang turut dihadiri Kabid Pelayanan Medik Yulianiangsih, menyampaikan bahwa alih fungsi kolam tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
Menurut Basaria, saat ini layanan Hemodialisa RSUD dr Agoesdjam melayani sekitar 33 pasien yang menjalani cuci darah dalam tiga shift pelayanan menggunakan 12 unit mesin hemodialisa. Dalam satu kali tindakan, pasien umumnya menjalani proses cuci darah selama empat hingga lima jam, sehingga keluarga yang menunggu membutuhkan fasilitas yang memadai.
“Rencananya kolam di depan ruang cuci darah akan dialihfungsikan menjadi taman dan gazebo untuk ruang tunggu keluarga pasien. Ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kenyamanan pelayanan,” ujarnya.
Namun demikian, Basaria mengakui bahwa realisasi program tersebut masih menghadapi kendala pendanaan. Hingga saat ini, rumah sakit belum memiliki alokasi anggaran khusus untuk merealisasikan pembangunan ruang tunggu tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, DPRD, maupun perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar rencana tersebut dapat segera diwujudkan.
Selain rencana alih fungsi kolam, manajemen RSUD dr Agoesdjam juga menyoroti kondisi sistem drainase di lingkungan rumah sakit yang dinilai sudah memerlukan perhatian serius. Perbaikan drainase dianggap penting guna mendukung kenyamanan lingkungan serta menunjang pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Rencana pembangunan taman dan gazebo tersebut mendapat perhatian karena tidak hanya menyentuh aspek fisik fasilitas rumah sakit, tetapi juga menyangkut kenyamanan psikologis keluarga pasien yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pendampingan perawatan.
Apabila terealisasi, area yang sebelumnya berupa kolam itu diharapkan dapat berubah menjadi ruang terbuka yang ramah, nyaman, dan bermanfaat bagi ratusan keluarga pasien yang setiap bulannya datang ke RSUD dr Agoesdjam untuk mendampingi anggota keluarganya menjalani terapi cuci darah.(Red)