Foto Ilustrasi: Oknum Anggota DPRD Ketapang peluk cium di sebuah kolam renang
Ketapang, Kalbar– Ledaknews.com. Mandat rakyat Kabupaten Ketapang tampaknya murah harganya di mata seorang oknum anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1.
Di saat ruang sidang paripurna membutuhkan kehadiran dan suaranya untuk memperjuangkan nasib rakyat, oknum legislator ini diduga kuat justru sibuk memadu kasih di bawah siraman matahari Bali bersama wanita yang bukan istri sahnya.
Skandal moral dan pelanggaran disiplin berat ini kini tengah menjadi buah bibir yang membakar amarah publik di Ketapang.
Romantisme Murahan di Bali Saat Tugas Negara Memanggil
Dugaan perselingkuhan dan kelalaian tugas ini terkuak setelah seorang wisatawan asal Ketapang memergoki langsung aksi mesra sang wakil rakyat di Finns Beach Club, Bali, sekitar bulan September atau Oktober lalu.
Tanpa rasa canggung sebagai pejabat publik yang membawa nama baik daerah, oknum tersebut terekam kamera sedang asyik bermesraan di area kolam renang.
“Mereka sedang berenang berduaan. Saya melihat langsung mereka berpelukan dan berciuman layaknya pasangan kekasih di tengah keramaian pengunjung,” ungkap sumber tepercaya yang berhasil mengabadikan momen tersebut sebagai bukti autentik.
Ironisnya, pelesiran romantis yang diduga melibatkan putri dari salah seorang pengusaha toko emas ternama di Ketapang ini terjadi tepat saat agenda krusial Sidang Paripurna DPRD Ketapang tengah berlangsung.
Rakyat Dikhianati, Kursi Paripurna Dikencingi
Tindakan oknum legislator ini memicu kecaman keras. Kursi empuk parlemen yang didapatkan dari keringat dan suara rakyat seolah tanpa ragu ditinggalkan demi agenda pribadi yang sarat akan pelanggaran moral. Mangkirnya sang anggota dewan dari tugas kedewanan demi pelesiran asmara ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan nyata terhadap konstituen.
Pelanggaran Disiplin Berat: Meninggalkan tugas kedewanan (Sidang Paripurna) tanpa alasan yang sah demi kepentingan privat.
Skandal Moral: Memamerkan kemesraan dengan wanita yang diduga bukan pasangan resminya di tempat umum, mencoreng martabat institusi DPRD.
Badan Kehormatan Harus Tegas, Jangan Diam!
Hingga saat ini, oknum anggota DPRD yang bersangkutan memilih bungkam dan “tiarap” saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat maupun sambungan telepon.
Publik Ketapang kini mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Ketapang untuk segera mengambil tindakan konkret. Kasus ini bukan sekadar gosip rumah tangga biasa, melainkan ujian integritas lembaga perwakilan rakyat. BK tidak boleh menutup mata atau melakukan pembiaran terhadap kadernya yang diduga lebih memilih memeluk selingkuhan di Bali ketimbang memperjuangkan nasib rakyat di ruang sidang.(Tim/Red)