Jembatan Riam Kota Mangkrak Diduga Jadi Kuburan Anggaran, Warga Jelai Hulu Murka

Ketapang, Kalbar – Ledaknews.com. Proyek pembangunan Jembatan Kerangka Baja Riam Kota di Desa Periangan, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, kini menjadi sorotan panas masyarakat.

Jembatan yang semestinya menjadi jalur vital penggerak ekonomi warga justru berubah menjadi bangunan mangkrak yang diduga kuat menelan anggaran besar tanpa hasil nyata.

Kerangka baja yang berdiri di tengah sungai kini hanya menjadi simbol kegagalan pembangunan. Besi-besi mulai berkarat, beton terlihat terbengkalai, sementara masyarakat terus dipaksa hidup dalam kesulitan akibat akses transportasi yang lumpuh total.

Kemarahan warga semakin memuncak karena proyek tersebut dinilai tidak masuk akal. Anggaran disebut telah digelontorkan, namun pembangunan berhenti tanpa kepastian. Situasi itu memicu dugaan keras adanya permainan anggaran dan potensi penyelewengan dalam pelaksanaan proyek.

“Kalau uang negara sudah habis, lalu kenapa jembatan tidak selesai? Jangan sampai ini hanya jadi proyek bancakan yang meninggalkan penderitaan rakyat,” kecam salah seorang warga. Kamis(28/05/2026).

Masyarakat menilai proyek Jembatan Riam Kota kini lebih pantas disebut sebagai “monumen kegagalan” daripada infrastruktur pembangunan. Sebab hingga kini, warga Jelai Hulu masih harus berjibaku mengangkut hasil kebun melalui jalur memutar yang memakan biaya tinggi dan waktu lebih lama.

Distribusi hasil perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan hasil pertanian lainnya menjadi tersendat. Aktivitas ekonomi masyarakat melemah, sementara biaya transportasi terus membengkak akibat tidak adanya akses permanen yang memadai.

Tak sedikit warga mempertanyakan ke mana sebenarnya aliran dana proyek tersebut bermuara. Dugaan adanya pembiaran, lemahnya pengawasan, hingga indikasi kebocoran anggaran kini menjadi perbincangan liar di tengah masyarakat.

Warga mendesak aparat penegak hukum, inspektorat, hingga lembaga antikorupsi turun tangan melakukan audit total terhadap proyek Jembatan Kerangka Baja Riam Kota. Mereka meminta seluruh pihak yang terlibat diperiksa secara terbuka agar publik mengetahui penyebab pasti mangkraknya pembangunan tersebut.

Sekretaris Camat Jelai Hulu, David Sugian, S.IP, mengakui bahwa pemerintah desa bersama tokoh masyarakat telah berulang kali melakukan audiensi dengan dinas terkait. Namun hasilnya dinilai nihil.

“Beberapa kepala desa dan tokoh masyarakat sudah berupaya menyelesaikan persoalan ini melalui audiensi dengan dinas terkait. Namun sampai sekarang belum ada kelanjutan pembangunan. Kami hanya diberi harapan palsu, padahal masyarakat sangat berharap jembatan ini bisa segera dilanjutkan,” tegas David di kutip dari Laman  Facebook Kecamatan Jelai Hulu.

Warga kini menunggu keberanian pemerintah daerah untuk membuka secara terang-benderang persoalan proyek tersebut. Sebab jika terus dibiarkan mangkrak tanpa kejelasan, masyarakat khawatir Jembatan Riam Kota hanya akan menjadi kuburan anggaran yang menyisakan luka dan penderitaan berkepanjangan bagi rakyat Jelai Hulu.(Tim/Red) 

Sumber: akun Facebook Kecamatan Jelai Hulu.

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *