Jakarta — Ledaknews.com Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas yang langsung menyita perhatian publik saat Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/05/2026).
Dalam pidatonya, Presiden mengingatkan keras aparat TNI dan Polri agar tetap berpihak kepada rakyat dan tidak melindungi pihak-pihak yang merugikan masyarakat.
“Biasanya mereka ada bekingnya, bekingnya biasanya seragamnya kalau ndak ijau ya coklat,” ujar Presiden di hadapan anggota dewan.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena dinilai sebagai sinyal keras terhadap oknum aparat yang diduga membekingi praktik-praktik melanggar hukum di lapangan.
Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah milik rakyat dan harus berjuang demi kepentingan rakyat, bukan menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.
“TNI dan Polri adalah tentara dan Polisi milik rakyat, harus berjuang untuk rakyat,” tegasnya.
Dalam pidato yang bernada keras namun penuh pesan moral itu, Presiden juga meminta masyarakat agar tidak takut melaporkan dugaan penyimpangan aparat. Bahkan, Presiden secara terbuka meminta rakyat mendokumentasikan tindakan aparat yang dianggap tidak benar.
“Kalau ada kelakuan aparat yang tidak beres, saya minta rakyat video. Langsung video. Jangan kau ngelawan, jangan dilawan, video aja lapor langsung ke saya. Rakyat kita sudah tidak bodoh lagi, rakyat kita sudah punya gejet semua,” ujar Presiden disambut perhatian peserta sidang.
Pernyataan tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak masyarakat menilai pidato Presiden sebagai bentuk dukungan terhadap transparansi dan pengawasan publik terhadap aparat negara.
Sejumlah pengamat menilai pesan Presiden menjadi peringatan serius agar institusi TNI-Polri tetap menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap berbagai persoalan penegakan hukum dan konflik sosial di daerah.
Pidato itu juga dianggap memperkuat posisi rakyat sebagai bagian penting dalam pengawasan sosial di era digital, ketika hampir seluruh masyarakat memiliki akses kamera dan media sosial untuk merekam berbagai kejadian di lapangan. (Red)