Ketapang, Kalbar — Ledaknews.com. Kondisi ruas Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, menjadi sorotan publik. Jalan yang berada di kawasan padat aktivitas tersebut mengalami kerusakan parah, dengan sejumlah titik retak hingga berlubang besar, bahkan sebagian tergenang air saat hujan.
Berdasarkan klasifikasi kewenangan, Jalan Brigjen Katamso merupakan ruas jalan provinsi, sehingga perencanaan, pemeliharaan, dan perbaikan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui instansi teknis terkait.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan, kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 50 meter itu tidak dilengkapi saluran drainase atau parit irigasi yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, terutama pada malam hari.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat menyampaikan keluhan mereka. Uti Iwan dan Long Supar, warga yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat, menilai kondisi jalan yang rusak telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.
“Di lingkungan ini ada perusahaan-perusahaan besar, tapi jalan rusak seperti ini. Kami tidak melihat dampak kesejahteraan atau pemanfaatan CSR untuk perbaikan infrastruktur,” ujar mereka kepada awak media.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, kerusakan jalan telah terjadi hampir lima bulan tanpa perbaikan permanen, meskipun status jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Padahal Bupati Ketapang sering menyampaikan komitmen soal perbaikan jalan. Tapi di lapangan, sepertinya belum terlihat keseriusan,” katanya.
Sebagai bentuk keprihatinan sekaligus upaya pencegahan kecelakaan, seorang warga bahkan menanam pohon pisang di tengah lubang jalan agar mudah terlihat oleh pengendara, terutama saat malam hari dan ketika lubang tertutup genangan air hujan.
Kecelakaan dan Risiko Keselamatan
Warga menyebut, kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut bukan hal baru. Beberapa insiden terjadi akibat kendaraan terperosok ke lubang atau tergelincir saat kondisi jalan berlumpur, terutama pada musim hujan.
Salah satu warga menceritakan adanya pengendara yang terjatuh saat melintas dari arah hulu menuju pusat Kota Ketapang akibat kondisi jalan yang rusak dan licin. Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi korban jiwa jika tidak segera dilakukan perbaikan.
Komitmen Pemerintah dan Harapan Publik
Pemerintah daerah sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya alokasi anggaran berkelanjutan untuk perawatan dan perbaikan jalan, khususnya ruas-ruas vital yang menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga pernah menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Ketapang menjadi salah satu prioritas, dengan target penyelesaian bertahap dalam kurun waktu dua tahun guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Di tingkat legislatif, anggota DPRD turut mendorong agar anggaran perbaikan jalan provinsi digunakan secara optimal serta pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan diperketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Desakan Transparansi dan Pengawasan
Masyarakat, aktivis, tokoh pemuda, dan pemuka agama berharap perbaikan Jalan Brigjen Katamso tidak sekadar menjadi wacana atau janji, melainkan segera direalisasikan dengan pengawasan yang ketat dan transparan sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait rencana penanganan ruas Jalan Brigjen Katamso. Media ini akan terus berupaya meminta konfirmasi dan memantau perkembangan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.
Tim