Pengurus Yayasan Al-Ikhlas Diduga Lalai, Jamaah Khawatir: Pagar Tangga Jebol Dibiarkan

Ketapang, Kalbar — Ledaknews.com Kamis (7/5/2026), Kondisi pagar pengaman di lantai dua Masjid Agung Al-Ikhlas kembali menjadi sorotan publik. Hingga Kamis (7/5/2026),pagar tangga di sisi utara masjid dilaporkan masih dalam kondisi jebol dan belum diperbaiki secara permanen, meski keluhan masyarakat telah muncul sejak Februari lalu.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagian sisi kiri tangga menuju lantai dua hanya ditutup menggunakan lembaran triplek seadanya. Sementara di sisi kanan, pagar yang rusak bahkan belum diberi penutup maupun pengaman tambahan. Kondisi itu memicu kekhawatiran jamaah karena area tersebut berada di ketinggian dan setiap hari dilalui masyarakat, termasuk anak-anak.

Sorotan terhadap kerusakan pagar sebenarnya bukan hal baru. Pada 11 Februari 2026, akun Facebook bernama Manan Al-Fath sempat mengunggah keluhan terkait kondisi pagar pengaman tersebut.

“Mohon perhatian pengurus Masjid Al-Ikhlas Ketapang, pagar pengaman di lantai 2 ada yang jebol, cukup tinggi sangat berbahaya khususnya anak-anak,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian menilai pagar lama justru lebih kuat dan aman dibanding desain yang sekarang.

“Benar, yang lama bagus dan kokoh, ada ciri etniknya, malah diganti,” tulis akun Edy Karnaen Godang.

Komentar lain juga menyoroti dugaan lemahnya perhitungan aspek keamanan dalam pembangunan pagar baru.

“Hanya mementingkan seni tanpa perhitungan manfaat. Yang lama sudah bagus,” tulis akun Farihin Ahmad.

Di tengah kritik tersebut, akun Samsul Anam menyebut persoalan itu sebenarnya sudah dikomunikasikan kepada pihak yayasan dan pagar disebut masih dalam proses pencetakan.

Sementara itu, Ketua Masjid Agung Al-Ikhlas, Marwan Noor, menjelaskan bahwa urusan pemeliharaan fisik bangunan berada di bawah kewenangan yayasan.

“Terima kasih atas sarannya. Secepatnya akan saya sampaikan ke Ketua Yayasan Al-Ikhlas, mengingat segala pemeliharaan bangunan Masjid Al-Ikhlas yang bersifat fisik menjadi kewenangan Yayasan Al-Ikhlas, sedangkan pengurus masjid hanya berwenang dalam memakmurkan kegiatan masjid,” tulisnya.

Keluhan juga datang langsung dari jamaah. Udin, yang ditemui usai salat Asar, meminta pihak terkait segera mengambil tindakan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Seharusnya pengurus atau yayasan lekas action untuk hal macam begini, karena ini berbahaya. Tangga ke lantai dua itu tinggi, mun jatuh pecah kepalak,” ujarnya.

Jamaah lain yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir karena masjid sering dipadati jamaah, terutama saat salat Jumat dan hari besar keagamaan.

“Ini sangat berbahaya, apalagi kalau ramai dan banyak anak-anak. Jangan sampai sudah ada korban baru diperbaiki,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, atau hampir empat bulan sejak pertama kali disorot publik, belum terlihat adanya perbaikan permanen pada pagar tersebut. Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret demi menjamin keselamatan jamaah di masjid kebanggaan masyarakat Ketapang itu.(Yun) 

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers yang berlaku.

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *