Kayong Utara, Kalbar – Ledaknews.com.(25 April 2026). Kondisi memprihatinkan infrastruktur jalan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini datang dari Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, setelah sebuah video keluhan warga viral di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak jelas jalan kabupaten yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat justru berubah menjadi kubangan lumpur. Genangan air menutup hampir seluruh badan jalan, membuat kendaraan sulit melintas dan aktivitas warga terganggu.
Tak hanya di satu titik, kerusakan jalan dilaporkan membentang cukup panjang, mulai dari Desa Masbangun hingga Desa Banyu Abang. Sepanjang ruas tersebut, badan jalan dipenuhi lumpur dan genangan air, membuat kendaraan kesulitan melintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Sejumlah warga menyebut, kondisi ini bukan baru terjadi, melainkan sudah cukup lama tanpa penanganan serius. Akibatnya, akses transportasi warga—terutama untuk kebutuhan ekonomi dan mobilitas harian—menjadi sangat terbatas.
Merasa tak lagi bisa menunggu, warga akhirnya turun tangan. Dengan alat seadanya, mereka bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya agar tetap bisa dilalui, meski hasilnya jauh dari kata layak.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar suara warga yang secara terbuka menyampaikan kritik kepada kepala daerah.
“Teruntuk Pak Bupati Kayong Utara, supaya tidak dikatakan hanya heboh di media sosial, dengan adanya jalan rusak di Banyu Abang, turun pak ke Banyu Abang, dengarkan langsung keluhan masyarakat,” ucap seorang warga.
Nada kekecewaan juga disampaikan warga lainnya yang ikut menyoroti minimnya perhatian pemerintah.
“Percuma ada bupati, bupati mungkin banyak tidur saja,” ujar suara lain dalam video tersebut.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan yang memuncak di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya merespons setelah viral, tetapi benar-benar hadir dan memberikan solusi nyata atas persoalan yang mereka hadapi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, akhirnya angkat bicara. Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp pada Jumat malam (24/04/2026), ia memastikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas jalan Teluk Batang – Mas Bangun – Banyu Abang pada tahun 2026.
Menurutnya, dana sekitar Rp4 miliar telah disiapkan, namun pelaksanaan perbaikan masih menunggu persetujuan teknis dari pemerintah pusat karena menggunakan skema Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
“Dana sudah siap kurang lebih Rp4 miliar, namun masih menunggu persetujuan teknis dari pusat karena melalui skema DBH Sawit,” jelas Romi.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kayong Utara tidak hanya bergantung pada satu skema pendanaan. Upaya lain tengah dilakukan dengan mengajukan perbaikan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah agar penanganan dapat dilakukan secara lebih maksimal.
“Di samping itu, kita juga terus berikhtiar untuk penanganan melalui skema Inpres Jalan Daerah agar penanganan lebih maksimal,” lanjutnya.
Romi berharap kondisi fiskal nasional segera membaik sehingga proses persetujuan dan realisasi pembangunan dapat dipercepat.
“Kita berdoa semoga kondisi keuangan negara segera normal,” tutupnya.
Meski demikian, publik kini menaruh harapan besar agar rencana tersebut segera terealisasi, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas masyarakat desa.
Video viral ini pun memicu reaksi luas dari warganet, yang sebagian besar mendukung tuntutan warga agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dan memastikan akses infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
(Tim/Red)
Editor: Ali
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi lanjutan kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara maupun pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.