Foto Document: Alexander wilyo dan Jamhuri Amir Kompak membangun Ketapang.
Ketapang, Kalbar — Ledaknews.com. (12 April 2026). Isu yang menyebut adanya keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Ketapang ditepis tegas oleh sejumlah tokoh masyarakat. Mereka memastikan, kepemimpinan daerah saat ini tetap solid dan berjalan sesuai dengan koridor pemerintahan.
Pasangan kepala daerah, Alexander Wilyo dan Jamhuri Amir, dinilai tetap menjalankan tugas masing-masing secara profesional berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Narasi yang berkembang di publik terkait adanya monopoli peran oleh salah satu pihak disebut tidak berdasar dan cenderung menyesatkan.
“Hubungan Bupati dan Wakil Bupati sangat baik. Tidak benar jika ada anggapan salah satu pihak mendominasi, sementara yang lain hanya pelengkap,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Ketapang.
Ia menilai, isu yang menggiring opini bahwa Wakil Bupati hanya berperan sebagai “ban serep” merupakan bagian dari upaya pihak tertentu untuk membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat. Bahkan, muncul dugaan adanya agenda tersembunyi untuk melemahkan kredibilitas kepemimpinan daerah.
“Ada pihak yang sengaja menghembuskan isu seolah-olah Bupati dan Wakil tidak sejalan. Ini berpotensi mengganggu stabilitas dan kondusivitas daerah,” tegasnya.
Narasi yang mengaitkan kondisi Ketapang dengan fenomena umum di sejumlah daerah—di mana wakil kepala daerah kerap dipinggirkan—juga dinilai sebagai generalisasi yang keliru. Kondisi tersebut disebut tidak mencerminkan fakta yang terjadi di Kabupaten Ketapang saat ini.
Tokoh masyarakat lainnya mengingatkan bahwa pasangan kepala daerah ini baru menjabat sekitar satu tahun lebih, sehingga masih membutuhkan waktu untuk menunjukkan kinerja optimal.
“Berikan mereka ruang dan kesempatan bekerja. Terlalu dini untuk membangun opini yang justru bisa merusak kepercayaan publik,” ujarnya.
Terkait isu pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II), ditegaskan bahwa seluruh proses tetap berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku, tanpa mengabaikan peran Wakil Bupati dalam sistem pemerintahan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait isu yang beredar, Wakil Bupati Jamhuri Amir memilih tidak memberikan tanggapan.
“Waduh saya tidak mau komentar, dan saya pun tidak tahu apakah itu diperuntukan di Ketapang atau di daerah lain,” ujar Jamhuri Amir saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Minggu (12/04/2026).
Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga suasana yang kondusif di Kabupaten Ketapang.
Pemerintahan daerah saat ini, lanjut para tokoh, tetap berjalan dengan sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati sebagai satu kesatuan kepemimpinan yang saling melengkapi dalam membangun daerah.
Tim/Red