Ketapang, Kalbar – Ledaknews.com (21 Apri lm 2026). Isu dan opini negatif kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Situasi ini memunculkan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memprovokasi sehingga suasana politik di daerah tersebut menjadi tidak kondusif.
Fenomena ini diibaratkan dengan ungkapan “habis Jaka terbitlah Joko”. Sebelumnya, publik Ketapang sempat dihebohkan oleh kritik keras dari seorang pengacara, Jakaria Irawan, terhadap Bupati Ketapang. Kritik tersebut menuai kecaman karena dinilai melampaui batas dan tidak beretika.
Kini, muncul sosok lain bernama Joko Santoso yang mengunggah video kritik melalui akun Facebook pribadinya “Jack Sobar”. Dalam video tersebut, ia menyinggung dugaan ketidakharmonisan antara Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan Wakil Bupati, Jamhuri Amir, serta menyinggung adanya monopoli kekuasaan dan proyek.
Dalam pernyataannya, Joko menyebut hubungan kedua pimpinan daerah tersebut telah lama mengalami keretakan.
“Hubungan bupati dan wakil memang sudah retak, sudah lama retak. Karena ada hal komitmen yang tidak ditepati,” ungkap Joko.
Ia juga menyoroti komitmen awal saat masa kampanye yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Biasalah orang kalau berkawan, awalnya bagus, dalam perjalanan menjadi tak bagus, ada yang ingkar, yang sudah disepakati tidak ditepati,” lanjutnya.
Lebih jauh, Joko mengomentari dinamika kerja sama antara keduanya, termasuk soal pembagian peran dalam pemerintahan.
“Kalau memang kerjanya bagus, perjanjiannya 40/60 misalnya, ya berbagilah. Duduklah bersama-sama, bagaimana mengambil kebijakan. Jangan satu begini, yang satunya begitu. Begitu diusulkan dipangkas lagi, artinya tidak sepakat, tidak duduk satu meja,” ujarnya.
Ia juga menilai kurangnya komunikasi menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai persoalan, bahkan mengaitkannya dengan isu yang sempat viral di masyarakat. Joko turut menyarankan agar persoalan tersebut dibawa ke tingkat pusat.
“Saya sudah saran ke Pak Jam, lapor Pak Man. Hubungan memang tidak akur. Saya ini saksi hidup, tempat curhatan banyak wakil bupati sejak dulu,” katanya.
Wakil Bupati Bantah
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, membantah seluruh pernyataan yang disampaikan Joko. Ia menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Bupati tetap berjalan baik tanpa adanya persoalan.
“Itu ngengade die ja, memandai die, tak ade kaitan dengan saye. Sampai hari ini hubungan kami baik saja tidak ada masalah,” ujar Jamhuri saat dikonfirmasi, Senin (21/04/2026) malam.
Jamhuri juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap menjaga kondusivitas daerah.
“Kite di Ketapang udah damai tenang, jngan di buat ribut lagi, kemaren saye udah difitnah berobat gunekan perjalanan dinas, ini ade lagi jadi energi kite habis hanye untuk ngurusi hal yang tak penting,” tutupnya.
Ditempat terpisah Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menegaskan kalau tidak ada permasalahan dengan wakil, dan tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab.
“Kita tak ada masalah, kami fokus pada tugas dan tanggungjawab, kami tidak mau hanya karena isu yang tak mendasar, program tetap kami jalankan sesuai komitmen kami untuk membangun ketapang yang lebih baik dan maju, ” tegas Bupati.
Munculnya berbagai pernyataan di ruang publik belakangan ini diharapkan dapat disikapi secara bijak oleh masyarakat, sehingga tidak memicu kegaduhan dan tetap menjaga stabilitas di Kabupaten Ketapang.
Red
Esitor:Ali
Redaksi membuka ruang gak jawab, klarifikasi kepda pihak-pihak yang disebut dalam berita sesuai etika jurnalistik yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.