Janji Kades Toapaya Selatan Dipertanyakan, Anas Tupang CS: Berbulan-bulan Tak Ada Realisasi

Bintan, Kepri — Ledaknews.com Janji Kepala Desa Toapaya Selatan, Suhenda, terkait penyelesaian persoalan lahan yang dikeluhkan Kelompok Lahan Anas Tupang CS dipertanyakan. Pasalnya, menurut kelompok tersebut, sejumlah janji yang disampaikan kepala desa selama berbulan-bulan hingga kini belum juga direalisasikan (10/9/2026)

Anas Tupang, perwakilan kelompok lahan, mengaku kecewa karena pihaknya telah berulang kali menemui Kepala Desa Toapaya Selatan untuk meminta kejelasan atas persoalan lahan yang mereka kuasai selama bertahun-tahun.

Menurut Anas, Kepala Desa Suhenda sebelumnya berjanji akan menyurati pihak terkait untuk menggelar pertemuan bersama guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Janji Kades akan menyurati untuk duduk bersama. Sampai sekarang tak ada,” ujar Anas kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Janji Ganti Lahan Disebut Berulang Kali Disampaikan

Tak hanya janji untuk mempertemukan para pihak, Anas juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama kelompok telah beberapa kali mendapatkan janji mengenai penyediaan lahan pengganti.

“Setiap jumpa Kades, Kades bilang nanti kita cari solusi ganti dengan lahan lain. Janjinya dari minggu ke minggu, seminggu, seminggu, tapi tak ada realisasi. Ada saja alasannya,” keluhnya.

Menurut Anas, pihaknya bahkan telah menunggu selama beberapa bulan untuk melihat langsung lokasi lahan pengganti yang sebelumnya dijanjikan.

“Janjinya itu untuk turun ke lokasi pengganti itu dari kemarin, sudah berapa bulan yang lalu. Sampai sekarang tak realisasi. Dijanjikan terus sama Kadesnya,” tambah Anas.

Persoalan Lahan Menjadi Latar Belakang

Anas menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari rencana pembebasan lahan garapan yang selama ini dikuasai kelompoknya.

Ia menyebut sebanyak 20 surat telah diserahkan kepada pihak terkait dalam proses pembebasan lahan tersebut.

“Awalnya sejarah tanah itu kan mau dibebaskan. Sudah kami antar suratnya sebanyak 20 surat,” ujarnya.

Namun, menurut Anas, persoalan semakin rumit setelah tim pengukur turun ke lokasi dan menyampaikan bahwa lahan tersebut telah dibebaskan.

“Setelah orang mengukur, orang pengukur bilang lahan itu sudah dibebaskan. Kami kaget,” katanya.

Anas kemudian mengaku mendapat informasi bahwa di atas lahan yang selama ini mereka kuasai dan memiliki surat, terdapat dokumen lain atas nama pihak berbeda.

“Di lahan kami yang bersurat itu, ada terbit surat lain. Kita nggak tahu itu suratnya surat apa. Tiba-tiba katanya sudah ada dokumen kepemilikan. Dan dasar dokumen itu kita tak tahu apa dasarnya. Berarti ada surat ganda di satu lahan itu,” tegasnya.

Kelompok Minta Kejelasan

Atas kondisi tersebut, Anas Tupang CS meminta Kepala Desa Toapaya Selatan memberikan kejelasan mengenai langkah penyelesaian yang telah dijanjikan.

“Kami hanya minta kejelasan. Kalau memang sudah dibebaskan, siapa yang menerima ganti ruginya? Kalau ada dokumen baru, dasarnya apa? Jangan kami terus digantung janji ganti lahan yang tak jelas,” pungkas Anas.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Toapaya Selatan, Suhenda, belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai janji penyelesaian yang disampaikan kepada kelompok Anas Tupang CS maupun persoalan lahan tersebut.

Pihak terkait lainnya juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai proses pembebasan lahan dan dokumen yang dipersoalkan.

Berita ini masih dalam proses pendalaman dan tetap memberikan ruang hak jawab serta klarifikasi kepada Kepala Desa Toapaya Selatan, Suhenda, maupun pihak-pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

(Tim)

Recommended For You

About the Author: ledaknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *