Ketapang, Kalbar — Ledaknews.com. Di tengah kondisi kekeringan yang melanda Kabupaten Ketapang, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat tidak boleh hanya menunggu keadaan berubah. Berbagai langkah nyata harus terus dilakukan untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Namun, di balik ikhtiar lahir melalui berbagai tindakan nyata, ada satu kekuatan yang tidak kalah penting: ikhtiar batin melalui doa dan memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengikuti Doa Bersama Lintas Agama, yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB, bertempat di Halaman Kantor Bupati Ketapang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Ketapang untuk menyatukan hati dan harapan di tengah kondisi kekeringan yang membutuhkan perhatian bersama.
Doa bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, menjadi simbol bahwa di tengah berbagai perbedaan, masyarakat Ketapang memiliki satu harapan yang sama: agar daerah ini diberi keselamatan, dijauhkan dari segala marabahaya, serta segera mendapatkan hujan yang cukup, merata, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi seluruh kehidupan.
Kondisi kekeringan bukan hanya persoalan cuaca. Jika berlangsung berkepanjangan, dampaknya dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ketersediaan air bersih, kesehatan, aktivitas pertanian, hingga kebutuhan dasar masyarakat.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat dituntut untuk tidak tinggal diam.
Ikhtiar lahir harus terus berjalan melalui tindakan nyata, sementara ikhtiar batin dilakukan dengan doa dan ketulusan hati, ” ujar Bupati Alexander Wilyo.
Doa bersama lintas agama juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian, persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Menurut Bupati, di tengah situasi yang tidak mudah, kebersamaan menjadi kekuatan. Ketapang membutuhkan kepedulian seluruh pihak. Pemerintah harus hadir, masyarakat harus bergerak, dan semua elemen harus saling menguatkan.
“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan datangnya pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga masyarakat Kabupaten Ketapang senantiasa diberikan perlindungan, kesehatan dan keselamatan, dijauhkan dari bencana serta musibah, dan segera dianugerahi hujan yang membawa kehidupan serta keberkahan, “ucapnya.
Ketapang adalah rumah besar kita bersama.
“Mari terus bergerak, terus peduli, dan terus berdoa. Ikhtiar kita adalah bentuk usaha. Doa kita adalah bentuk kepasrahan dan harapan. Semoga keduanya menjadi jalan bagi datangnya pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, “tutup Bupati. (Red)